Resensi film flight off the phoenix

Resensi film the flight of the phoenix
Resensi film ini dibuat bertujuan untuk memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester
Mata kuliah Pengantar Menejemen

Dosen pengampu
Kurnia Maulidi Noviantoro, M.Pd

Ditulis oleh
Nama: Diyaul Badri
NPM: 2018.12.01.50.0004
Fakultas: Tarbiyah
Prodi: Tadris IPS
Kampus: Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Probolinggo
Probolinggo, 26 Juli 2019


Flight of the phoenix merupakan novel laris yang di keluarkan pada tahun 1964, karangan Elleston Trevor.
Film flight of the phoenix disutradarai dan diproduseri oleh john moore. Naskah film ini ditulis kembali oleh Luke Heller, Scott Frank dan Edward Burns. Film ini bercerita tentang sekelompok orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di gunung gobi.
Pesawat Kargo C119 yang dipiloti oleh kapten Frank Towns (Dennis Quaid), karena tidak dapat menahan angin kencang dari badai pasir gurun, akhirnya pesawat tersebut terdampar di gunung gobi. Ada beberapa penumpang yang selamat. Dan apabila mereka tidak segera mendapatkan pertolongan maka hal buruk sudah dipastikan terjadi pada mereka.
Ada beberapa konflik antara manusia dalam film ini, namun konflik yang paling berkembang dari awal hingga akhir film adalah konflik antara pilot Captain Frank Towns dengan salah satu penumpang, yang bernama Elliott yang merupakan satu-satunya orang yang mengetahui bagaimana cara membangun pesawat baru dari rongsokan pesawat lama. Elliott merasa dirinya harus dipatuhi oleh semua orang karena kemampuan yang ia miliki. Sementara itu Pilot Captain Frank Towns adalah seorang yang arogan dan tidak mau diperintah oleh orang lain.
Selain muncul konflik antar penumpang yang selamat, mereka juga memiliki konflik dengan alam. Mereka harus bisa bertahan hidup dengan persediaan air yang terbatas di tengah gurun pasir yang panas. . Saat mereka sedang membangun pesawat baru terjadi beberapa gangguan seperti hujan elektrik, dan badai gurun yang bisa merusak pesawat yang sedang mereka bangun.suatu ketika badai pasir membuat pesawat mereka tertimbun di dalam pasir. Mengalami hal tersebut mereka hendak menyerah, namun mereka masih melihat adanya sebuah kesempatan maka mereka tetap berusaha sekuat tenaga mengeluarkan pesawat itu dari dalam pasir.
Dan akhirnya mereka berhasil membuat pesawat sendiri, dari sisa-sisa pesawat yang sudah hancur. Mereka menamai pesawat tersebut dengan The Phoniex. dan mereka bisa menyelamatkan diri dari keterdamparan di gunung gobi tersebut.
Dari film Flight of the phoenix ini nilai moral yang kita peroleh adalah kita harus berjuang dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai impian kita, dan cita-cita kita.
Kita harus percaya diri bahwa kita pasti bisa. selain itu kita sebagai manusia, dalam melakukan suatu hal kita harus saling tolong menolong, kerja sama, dan saling mendukung untuk mencapai keberhasilan bersama.
Demikian resensi film “Flight of the phoenix” ini semoga bermanfaat bagi pembaca.

Kami Mahasiswa Idonesia.
“We are the agents of change”
Wassalam…






Komentar